Info lebih lanjut..., klik gambar ini.....!

Senin, 12 April 2010

Mus Mulyadi mengeluarkan Album baru

Mus Mulyadi salah satu penyanyi keroncong senior yang telah puluhan tahun di blantika musik keroncong, kali ini telah memproduksi Album barunya di volume yang ke-3.
Usia yang sudah menapak di 64 tahun dan sudah kehilangan penglihatannya sejak tahun 2009 tidak menjadi penghalang untuk tetap exis di dunia musik keroncong..., hal ini diharapkan dapat menjadi penyemangat para pencinta musik keroncong di Indonesia.

Sumber : Dharmanto Cello Kheplak

Minggu, 11 April 2010

Live Perform OK. Jempol Jenthik

Salah satu media elektronik di kota Bandung, tepatnya Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung , malam ini pukul 20.00 WIB akan menyiarkan Live Performance dari group Keroncong yang sudah cukup ternama di kota Kembang yaitu OK. JEMPOL JENTHIK. dengan komposisi personil yang diantaranya : Adi : bas, Dadi : Gitar, Dedi : Cello, Wiewid : Cuk, Gunadi : Cak, Satoto : Biola dan Bagus : flute. Menampilkan penyayi keroncong pendatang baru bahkan penyayi cilik serta penyanyi yang sudah senior seperti Dina, Lala, Maya, Tika, Sugi, Rio...

Anda dapat mendengarkan dan menyimak acaranya melalui streaming Online dengan meng Klik gambar disamping..!
Selamat Mendengarkan dan Salam Keroncong.....

Sumber : ADI BANGUN WIRATMO

Photo2 Komunitas Pencinta (KPK) Kroncong Kalianda

Jumat, 02 April 2010

Komunitas Pencinta Keroncong (KPK) Kalianda

Mendasar hal diatas, sejak tahun 2003 beberapa gelintir orang yang masih peduli dengan musik keroncong di wilayah Kabupaten Lampung Selatan mencoba untuk memprakarsai serta mengerakan musik jenis ini untuk dapat lestari dari kepunahan, walau dengan segudang tantangan dan rintangan yang cukup berat.
Dengan di pelopori oleh
Gus Haryanto dan Bambang Supriyono yang diawali dengan mencoba mencari orang-orang yang menyukai lagu-lagu keroncong dan menyatukannya dalam satu komunitas. Pada umumnya orang-orang yang dirangkul dalam komunitas ini adalah orang-orang yang sudah berumur/ sudah sepuh.sehingga kebanyakan orang menyebutnya keroncong adalah musicnya orang-orang tua, serta diantaranya ada yang memang bisa memainkan alat musik, ada yang menyukai lagu-lagu keroncong saja dan ada yang hanya berminat untuk berteman dan berkumpul saja. Dari minat bersama inilah Komunitas Pencinta Keroncong Kalianda – Lampung Selatan mencoba untuk memainkan musik keroncong dengan segala keterbatasan , dari minimnya orang yang bisa dan mau memainkan alat musik keroncong dan minimnya orang yang bisa menyanyikannya.
Berawal dari kegiatan yang dilakukan berpindah-pindah dan terkadang disembarang tempat, bahkan dipinggir jalan, didepan teras rumah dan gardu pos kamling sebagai tempat berkumpul , orang sering menyebutnya dengan kata “Kemprungan” atau keroncongan dengan alat musik seadanya serta latihan yang tanpa jadwal yang rutin. Lagu-lagu yang dilantunkan pun tidak melulu keroncong asli tetapi juga di kombinasi dengan lagu-lagu jenis lain yang “dikeroncongkan” seperti lagu pop, dangdut, lagu daerah dari beberapa suku serta lagu –lagu lainnya. Hal ini untuk merangsang sebagian masyarakat bahwa keroncong bukan hanya untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan saja tetapi juga dapat aplikasikan ke berbagai aliran jenis musik.
Dari profil singkat diatas…
Komunitas Pencinta Keroncong (KPK) Kalianda-Lampung Selatan, adalah suatu komunitas saja, yaitu kumpulan orang orang yang menyukai musik keroncong dimana didalamnya sebagian ada yang bisa memainkan alat musik keroncong atau pun hanya sebagai pecinta musik keroncong saja. bukan merupakan group musik keroncong pada umumnya yang memiliki pemain musik & alat keroncong lengkap serta memiliki jadwal latihan rutin, tetapi walaupun dengan banyak kekurangan personil maupun alat musik KPK Kalianda Lampung Selatan tetap akan berjuang untuk dapat ikut berpartisipasi dalam melestarikan khasanah musik keroncong khususnya dalam melestarikan budaya bangsa Indonesia tercinta ini.
Dari adanya kemajemukan komposisi/ ke bhinekaan komunitas atau perbedaan suku, agama serta faham-faham lainya KPK Kalianda Lampung Selatan mempersatukannya dengan mencoba mengkommbinasikan lagu-lagunya dengan berbagai lagu daerah dan berbagai aliran jenis musik yang di Apply ke musik keroncong…., untuk itu Musik keroncong dapat dijadikan tujuan alat pemersatu dari berbagai perbedaan
Media komunikasi dan Informasi dalam hal ini Internet , Facebook, dan website jg dapat digunakan untuk saling berdiskusi, memberikan informasi mengenai kegiatan Musik keroncong tersebut.
Berkembangnya Media Televisi baik skala lokal maupun nasional juga dapat berperan penting untuk dijadikan media untuk memasyarakatkan musik keroncong. khususnya Di Lampung dan sekitarnya, Stasiun TV Lokal “Tegar TV” merupakan salah satu stasiun TV yang Peduli dengan Musik Keroncong yang di kemas dalam acara “Keroncong on The Spot”, dimana acara ini menayangkan kegiatan musik keroncong didaerah-daerah bahkan derah pelosok sekalipun.
Untuk itu ucapan Terimakasih tak terhingga kepada “ TV TEGAR’ yang telah peduli dan berpartisipasi aktif dalam rangka memasyarakatkan musik keroncong dan melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Salam Tjroeng…..